PROSES PEMBUATAN TYRE
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pembuatan produk tyre melalui proses produksi seluruhnya dilakukan
secara mekanisasi teknologi tinggi. Standar kualitas, kontrol mutu yang
ketat, serta pengawasan pasca produksi dilakukan agar diperoleh produk
dengan kualitas tinggi.
1. Mixing / Banbury
Dalam pembuatan produk tyre unggulan, baik untuk kendaraan mobil maupun
motor, Tire Manufacturing menggunakan beberapa material sebagai bahan
baku utama dan beberapa bahan kimia sebagai bahan pelengkap produksi.
Material yang digunakan antara lain Natural dan Synthetic Rubber, Carbon
Black, Silica, Zinc Oxide, Sulfur, Oli, dan beberapa material kimia
lain.
Pada tahap awal, proses yang dilakukan adalah pencampuran Natural
&Synthetic Rubber dengan Ingredient yang sebelumnya sudah ditimbang
sesuai dengan berat yang ditentukan pada spesikasi produk yang ingin
dibentuk. Kemudian diberikan tambahan Carbon dan Oli pada saat material
tersebut masuk kedalam mesin Banburry.
Dalam mesin tersebut terdapat alat yang berfungsi untuk menggiling
campuran menjadi lapisan yang disebut compound. Sebelum compound
tersebut disusun pada rak, terlebih dahulu melewati proses pendinginan
dan diberi cairan adhesive agar compound tersebut tidak lengket setelah
tersusun.
2. Extruding
Adonan hasil mixing tadi dibuat menjadi tread dan sidewall. Prosesnya
adalah injeksi dan extruding hingga terbentuk profil.
Hasil akhir dari tahapan ini adalah side wall, tread dan filler. Side
wall merupakan salah satu bagian tyre yang berfungsi sebagai pelindung
terhadap benturan dari arah samping atau serempetan, bahan untuk
menambah fleksibilitas ban, lapisan karet pembungkus carcass dari
shoulder area ke rim cushion dan bead area, berfungsi untuk fashion jika
dihias dengan white ribbon atau white letter, penahan tekukan untuk
beban berat, daya tahan lama dan tahan retakan dan juga berfungsi untuk
kekerasan dan keempukan radial.
3. Calender
Proses aplikasi lain adalah untuk pembuatan material ply & steel
belt, JLB & cap ply. Aplikasi tersebut dibentuk oleh mesin Calender
dengan bahan dasar benang (polyester dan nylon) juga steel cord.
Polyester maupun nylon yang akan diproses, sebelumnya harus melalui
proses pelebaran terlebih dahulu agar material tersebut terbuka untuk
kemudian di masukan ke dalam oven dengan suhu 160°C agar pada saat
diberikan compound dan bahan-bahan seperti polyester nylon, dan steel
cord dapat merekat dengan sempurna.
4. Bead
Sementara proses calender berjalan, di bagian lain ada pembuatan bead
wire yaitu melapisi kawat baja dengan karet. Proses ini berjalan
otomatis dan begitu keluar dari mesin, bead wire sudah berbentuk
lingkaran sesuai dengan ukuran rim.
5. Cutting
Proses cutting ini merupakan proses lanjutan dari mesin Callender,
hasill akhir dari proses ini biasa disebut dengan Ply dan Cap Ply. Ply
merupakan lembaran material yang terdiri dari Polyester, Nylon, dan
compound yang telah diproses sebelumnya dalam bentuk gulungan panjang di
mesin Calender yang kemudian di potong – potong untuk merubah arah atau
sudut benang dari 0° menjadi 90°. Ply berfungsi sebagai carcass atau
kerangka untuk menahan, membentuk sistem suspensi dan beban ban.
Sedangkan Cap Ply merupakan lembaran material yang terdiri dari nylon
dan compound yang dipotong – potong menjadi beberapa bagian di mesin
TTO. Cap Ply berfungsi sebagai bahan untuk mempertahankan bundar ban
waktu berjalan, meredam suara bising dari steel belt, membuat nyaman,
dan untuk memperkecil rolling resistance.
6. Building
Kemudian sampailah pada tahap perakitan semua komponen-komponen aplikasi
yang telah dibuat pada proses semi manufaktur. Semua komponen seperti
rakitan bead, lembaran ply yang telah di potong dengan sudut 90°, steel
belts, innerliner, tread dan side wall semua di rakit menjadi satu
kesatuan utuh sebagai bagian dari ban setengah jadi atau biasa disebut
dengan Green Tire (GT).
Proses perakitan (Tire Building) terdiri dari 2 tahap, tahap pertama
sering disebut dengan istilah 1st stage yang kemudian menghasil produk
berupa carcass, kemudian carcass diproses kembali di tahap kedua atau
2nd stage dengan menambahkan steel belt, cap ply dan tread menjadi GT.
Tahap ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dioperasikan oleh satu
operator di masing – masing tahap.
7. Curing
Proses selanjutnya adalah tahap akhir dari proses pembentukan tyre. GT
yang dihasilkan dari proses perakitan kemudian di kirim ke area Curing
untuk dimasak. Proses Curing sendiri terdiri dari beberapa tahap.
Pertama GT datang dari bagian Perakitan, sebelum masuk ke proses curing
pada suhu ruangan mencapai 41 derajat Celcius., GT harus diperiksa
terlebih dahulu untuk menghindari adanya cacat pada GT.
Setelah GT selesai diperiksa diambil 4 tyre setiap 1 rak GT untuk
dilakukan proses painting Chem Trend yaitu pengolesan cairan
tire-lubricant pada bagian dalam GT yang bertujuan agar GT tidak
menempel di bagian karet bladder pada saat proses curing berlangsung.
Kemudian GT dikirim ke masing-masing operator untuk di proses di mesin
press curing.
Proses curing sendiri merupakan pemasakan atau vulkanisasi yaitu
penyatuan polimer (rubber) dengan carbon black dan sulphur dengan
dibantu oleh persenyawaan bahan kimia untuk mendapatkan beberapa
karakteristik compound yang diperlukan dari bagian-bagian tyre. Proses
curing (pemasakan) ini membutuhkan suhu panas dan sejumlah tekanan steam
yang sangat tinggi, GT akan ditempatkan pada cetakan (mold) dengan
temperatur sesuai dengan yang diinginkan untuk produksi.
Setelah cetakan tertutup, GT akan melebur ke dalam cetakan tread dan
side wall. Cetakan tersebut tidak dapat dibuka sampai proses curing
selesai secara keseluruhan. Setelah proses pemasakan selesai, mold akan
terbuka secara otomatis. Tyre yang sudah jadi akan jatuh dan masuk ke
dalam conveyor untuk kemudian sampai di bagian Pemeriksaan (Finishing).
Di sini Tyre mentah dicetak dengan suhu sekitar 178° Celcius selama
kira-kira 8 menit, tergantung ukuran tyrenya. Keluar dari mesin
curing,tyre sudah terbentuk termasuk profil, tulisan merek, tipe, ukuran
tyre dan semua informasi yang ada di dinding tyre.
8. Finishing / quality control
Setelah selesai, tyre diperiksa secara visual apakah ada cacat atau
tidak. Proses ini tentu saja tidak menggunakan mesin, jadi ketelitian
pekerja sangat dibutuhkan. Selain visual, kontrol juga dilakukan dengan
pemeriksaan balance dan menggunakan sinar X.
Tyre tidak mungkin bisa 100% balance seperti pelek, namun ada
batasannya. Jika melebihi batas, berarti ada kesalahan pada proses
produksi. Selain itu, kami juga memiliki laboratorium untuk memeriksa
sampel tyre yang diambil secara acak demi menjaga kualitas.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar